Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

“Aperi Domine Oculos Meos”


 Ingat, hei manusia, bahwa engkau abu, dan ke abu-lah kau akan kembali”.  Sebuah kutipan yang tercetus di benak M.A.W Brouwer saat beliau berkunjung ke gedung Universitas della Citta, Padua, salah satu Universitas tertua di Eropa.

 

Travelers’ Tale : Belok Kanan: Barcelona. Sebuah novel ringan yang menceritakan tentang perjalanan empat orang anak muda yang mencari cinta (klise memang hehe), dipinjamkan oleh Bu Imel untuk aku baca. Lalu apa hubungan antara M.A.W Brouwer dengan novel ini? Seperti cerita di dalam buku Travelers’ Tale ini, M.A.W Brouwer atau biasa dipanggil Pater Brouwer juga beberapa kali melakukan perjalanan yang mungkin bisa disebut berkeliling separuh putaran bumi.

 

Ketika membaca novel ringan ini (membacanya seperti minum teh, kata bu Imel) saya teringat dengan beberapa buku yang membahas tentang orang-orang yang melakukan perjalanan. Karya-karya Paulo Coelho banyak bercerita tentang perjalanan tokoh-tokohnya ke berbagai tempat untuk mecari “jawaban” atas pertanyaan yang ada di dalam benak kehidupan mereka.

 

When you set out on your journey to Ithaca, pray that the road is long, full of adventure, full of knowledge… Tulis Coelho mengutip karya Constatine CavaryIthaca”, di awal halaman “The Zahir”.

 

Ada dua jenis perjalanan kata 4 sekawan, Adhitya mulya, Alaya setya, Iman hidayat dan Ninit yunita. Yang satu adalah perjalanan membeli suvenir (buying things)  dan yang lainnya adalah perjalanan membeli pengalaman (buying experience). Sedangkan pater Brower mengutip Lieh Zi, seorang filsuf sejaman dengan Confusius, bahwa ada tiga macam perjalanan. Yang pertama adalah perjalanan untuk melihat-lihat dan mengagumi negara yang dikunjungi dan ada perjalanan untuk melihat perubahan apa yang telah terjadi, namum perjalanan ketiga adalah perjalanan “yang sempurna”, yaitu perjalanan untuk memperkaya diri secara spirituil.

 

Pater Brouwer merangkum ketiga jenis perjalanan tersebut ke dalam artikel-artikel perjalanannya yang diterbitkan kembali oleh Kompas dengan judul perjalanan Spiritual : Dari Gumujeng Sunda, Eksistensi Tuhan, sampai Siberia. Beliau kebanyakan menulis kesan-kesan yang didapat ketika mengobrol dengan orang-orang yang ditemuinya ketika melakukan perjalanan. Walaupun sepintas terasa aneh dan tidak berarti, tetapi secara tersembunyi penuh makna.

 

Ada cerita tentang obrolan 4 orang, termasuk Pater Brouwer yang terjadi di kereta api antara Rotterdam ke Amsterdam. Satu mahasiswa, satu ibu rumah tangga, seorang tani dan pater Brouwer yang lucu dengan bahasa menyindir tapi sangat relevan dengan keadaan Indonesia sekarang ini. Sang mahasiswa dengan idealisme buta dan brutalnya, pak tani yang sinis, ibu-ibu yang bijaksana tapi pahit dan tentu saja pater Brouwer yang pengamat dan pendengar.

 

Ada pula cerita lucu ketika pater Brouwer berkunjung ke Katedral Granada dan melakukan confessional (pengakuan dosa)

“Saya dengan mata melotot melihat gadis-gadis yang cantik” kata pater Brouwer

“Tidak apa-apa”, kata sang pastor

“Ya, tapi saya seorang pastor”, jawab pater Brouwer

“Keparat…”, sembur Bapak Pengakuan Dosa

Hahahaha…. saya ketawa membaca bagian ini, ah bisa-bisanya pater Brouwer.

 

Untuk bisa hidup sepenuhnya, orang harus terus bergerak; hanya dengan cara itulah setiap hari akan berbeda dari hari sebelumnya, tutur Paulo Coelho di buku “The Zahir”, ketika menjelaskan tentang tradisi para nomad padang rumput yang disebut “Tengri”.

Banyak yang bisa diceritakan dari sebuah buku, bahkan buku yang seringan Travelers’ Tale pun bisa bercerita banyak. Dari buku ke buku jalin-menjalin jadi satu, tulis P. Swantoro, salah satu penulis senior di kompas yang seakan-akan ingin mengungkapkan bahwa satu buku merupakan satu bagian jaringan yang tak ada habisnya menyambung dengan buku-buku yang lain.

 

Lain kali akan saya ceritakan tentang Ibn Batuta (kalo sempat hehehe) yang banyak dikutip kata-katanya di buku Travelers’ Tale ini. Ibn Batuta seorang muslim petualang dan penjelajah yang sempat di jadikan cerita sebuah novel “Eaters of the dead” oleh si jenius Michael Chrichton, lalu difilmkan dengan aktor Antonio Banderas, “13Th Warrior” (yang di novel dan film dinamakan Ibn Fadlan..). Dan ternyata bersimpul cerita dengan petualang lain : Ma huan, seorang muslim Cina  yang menemani  Laksamana Zheng He (Cheng Ho) mengarungi Nan Yang sang laut selatan. Dan kalau disambung-sambung ternyata mempunyai kaitan dengan Sima Qian, seorang sejarawan, pengamat dan petualang jaman Tiongkok kuno yang bisa disejajarkan dengan Herodotus sang sejarawan.

 

Maka saya tutup tulisan ini dengan mengutip kata-kata profesor Monti (bukan merek minuman kemasan ), Dekan fakultas Teologia Universita della Citta, Padua dan teman berdiskusi pater Brauwer tentang eksistensi Tuhan.

Aperi Domine oculos meos”. Bukalah Tuhan mataku.


nocturno wrote on May 14, '07, edited on May 14, '07
Eh ada tuh quote dari The Zahir yang sampai seakrang ga bisa nemu di halaman berapa. Kalimat pertamanya tuh
"Ketika seseorang meninggalkanmu............(lupa)" masih ingat ga yul halaman berapa?

Buku kolaborasi teh ninit dkk, nunggu dari ini buku...walau bukan aku yang pesan.hehehehe...

Buku pertama blom pernah liat*
yulibean wrote on May 14, '07
he eh..iya tapi lupa juga di halaman berapa hehehe...
sebenarnya The Zahir juga rada klise juga ceritanya (menurutku hehehe).
Buku pertama itu kumpulan artikel yang ditulis pater Brouwer di koran kompas antara tahun 78-80an..tulisannya rada aneh dan sedikit membingungkan tapi itu yang jadi menarik en rada-rada lucu..
lihatlah wrote on May 14, '07
saya kenal pater brouwer ketika saya bersekolah di bandung.
kami kenal karena sering bersama nonton film dan nonton konser gratisan di alliance france. lebih dari itu, saya dulu adalah kolektor tulisan [pendeknya] di halaman 4 tiap selasa di kompas.
tulisan-tulisannya lucu, menggunakan berbagai bahasa: latin, gerika, belanda, prancis, sunda, jawa... sehingga kalo kenal bahasa-bahasa itu jadi tahu kapan saat ketawa dan kapan saat merenung diam.
tapi beliau itu orangnya pendiam. kalo ketemu muka dengan muka belum pernah saya lihat beliau cengengesan.
orang yang lucu tapi sekaligus serius beliau itu.
tulisannya serasa minum kopi, sedikit [pendek] tapi selalu bikin ketagihan.
berbahagialah yang sekarang bisa menikmati seluruh tulisannya di kompas dulu dalam buku kumpulan tulisan beliau.
lha ini mumpung yuli membuka tempat utk ngomongin beliau, saya ikut-ikutan nebeng memberi eulogia padanya.
yulibean wrote on May 14, '07
wak pak Anto kenal dekat dengan pater Brouwer to..., saya mengkoleksi beberapa karya beliau lewat buku. Pertama kali kenal dengan tulisan pater brouwer pas lagi di Jakarta (2004). Pertama sempat agak bingung membaca tulisannya yang terkesan gado-gado dan asal tabrak (membaca tulisan beliau saya teringat dengan karakter master Jedi Yoda di Star Wars yang suka membolak-balik kata). Tapi lama-lama saya cukup menikmati tulisan beliau (walaupun ada beberapa dalam bahasa latin dan prancis yang membingungkan saya).
Ada nasehat lucu...singkat, tajam tapi menohok dari beliau ketika ditanya pendapatnya waktu ada pembaca yang mahasiswa tapi pengen kebelet kawin.
"Are you crazy, dannyboy" (dannyboy bukan nama si mahasiswa tapi mungkin ungkapan semacam buyung..ada folksong inggris-irlandia yang berjudul dannyboy, dinyanyikan lagi oleh kelompok Gregorian dan sempat dijadikan soundtrack film the Highlander...ah jadi ngelantur hehehe).
pendek tapi nylekit..kaya cabe rawit hahaha (waktu membaca ini saya ketawa sambil merenung...).
memang hebat pater satu ini...
selain Denys Lombart, pater satu ini yang saya pengen ketemu. sayang dua-duanya sudah almarhum.
dalus wrote on May 19, '07
kalo saya jalan2 ke negri orang, yg ingin dilihat adalah alamnya, budayanya, dan orang2nya, yg---kalo bisa---beda ras dgn kita. karena itulah yg paling menarik! kalo belanjanya, wah kok sy sama sekali ga tertarik... :)
yulibean wrote on May 20, '07
dalus said
kalo saya jalan2 ke negri orang, yg ingin dilihat adalah alamnya, budayanya, dan orang2nya, yg---kalo bisa---beda ras dgn kita. karena itulah yg paling menarik! kalo belanjanya, wah kok sy sama sekali ga tertarik... :)
hehehe itu yang dinamakan membeli pengalaman...
terutama bertemu dengan orang2 yang berbeda ras dan budaya..itu memperkaya diri kita (setidaknya itu brlaku untukku hehehe)
gametto wrote on Jun 26, '08
allo salam kenal

:)


CIAO ITALIA!
unmacchiato.blogspot.com
liverpool76 wrote on Nov 7, '08
terima kasih - tulisan bagus !
yulibean wrote on Nov 7, '08
thanks..
salam kenal
Add a Comment